Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Tengganau Fahmi Ulul Albaab, S.STP, Ketua BPD, Babinsa, Sekretaris Desa, serta perangkat desa lainnya. Selain itu, hadir pula 80 peserta yang terdiri dari kader posyandu, tokoh masyarakat, perwakilan RT/RW, tim penggerak PKK, hingga warga yang memiliki balita.
Puskesmas Muara Basung turut berperan dengan menghadirkan narasumber Siti Rezeki. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai strategi penanganan stunting, meliputi pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil, pengaturan pola makan balita, hingga peningkatan sanitasi lingkungan. Ia juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan kecukupan gizi anak serta peningkatan layanan kesehatan.
Kegiatan yang didanai melalui Sumber Dana Bermassa ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menurunkan angka stunting serta memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Pj Kepala Desa Tengganau, Fahmi Ulul Albaab, S.STP, menegaskan bahwa hasil rembuk stunting tersebut akan ditindaklanjuti melalui program-program nyata. “Kami akan memperkuat edukasi gizi, meningkatkan pemantauan kesehatan balita, serta mendorong peran aktif keluarga dalam pencegahan stunting,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya rembuk ini, Pemdes Tengganau menargetkan terwujudnya generasi desa yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas pada masa mendatang.**jhon.