Wartakanfaktanews.com | Pekanbaru, Sejumlah personel kepolisian, relawan, dan unsur masyarakat terlihat berdiri tegap menyaksikan keberangkatan peralatan penting yang akan dikirim menuju wilayah bencana. Setiap mata memancarkan doa dan harapan agar bantuan ini menjadi penopang bagi saudara-saudara yang sedang berjuang di tengah keterpurukan.
Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat menjelaskan bahwa pada tahap ini, bantuan yang dilepas terdiri dari dua unit alat berat Komatsu PC-200 dan satu unit kontainer pendingin jenazah. Kehadiran alat-alat vital ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan penanganan korban di lokasi bencana yang hingga kini masih menyisakan kesedihan mendalam.
“Pengiriman alat berat ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan dan pencarian korban di wilayah terdampak,” ujar Taufiq dengan nada serius namun sarat kepedulian.
Ia menerangkan, kedua unit alat berat itu akan difokuskan untuk membuka akses jalan sementara, mengingat banyak lokasi yang tertutup material dan reruntuhan sehingga menyulitkan tim penyelamat bergerak cepat. Dengan terbukanya akses, proses evakuasi dan penanganan pascabencana diharapkan bisa berlangsung lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, kontainer ice box atau kontainer pendingin jenazah disiapkan dengan tujuan kemanusiaan yang tak kalah penting. Bila nantinya ditemukan korban yang telah meninggal dunia, fasilitas pendingin ini akan memastikan jenazah dapat ditangani secara layak, penuh penghormatan, dan terhindar dari kerusakan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Taufiq berharap seluruh bantuan ini dapat tiba tepat waktu dan digunakan secara optimal oleh tim di lapangan. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pengendara di jalur lintas Sumatera, untuk memberikan prioritas dan ruang jalan bagi kendaraan yang membawa alat berat maupun logistik bantuan.
“Bantuan ini harus segera sampai. Karena itu, kami memohon agar masyarakat memberi jalan bagi konvoi kendaraan bantuan, terutama yang membawa alat berat,” tegasnya.
Keberangkatan rombongan bantuan ini bukan sekadar pengiriman alat, namun juga wujud nyata solidaritas dan kepedulian. Setiap putaran roda kendaraan yang meninggalkan Mapolda Riau membawa pesan kuat: bahwa di tengah musibah, tangan-tangan yang peduli selalu hadir untuk membantu, memberi harapan, dan menguatkan.
(LINDA)