Iklan

Iklan floating bawah

Iklan

,

Iklan

Tebas Hingga Leher Hampir Putus, Pelakunya Anak Sendiri Diamankan Polsek Pinggir.

Kamis, 09 April 2026, 14:52 WIB | 0 Di Baca Last Updated 2026-04-09T07:53:02Z


Wartakanfaktanews.com | Talang Mandau -

Seorang pria bernama RP (47) ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di dalam rumahnya sendiri, diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri di wilayah desa tasik serai mecamatan talang muandau, kabupaten bengkalis, pada selasa (7/4/2026) siang.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian saleh siregar S.I.K, M.Si dalam keterangannya menyampaikan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pada pukul 13.19 WIB.

Setelah mendapatkan Informasi tersebut kemudian Bhabinkamtibmas dan piket fungsi segera menuju lokasi kejadian,menemukan korban dalam kondisi tergeletak di dalam kamar dengan luka yang sangat parah.

Selanjutnya petugas melakukan olah TKP dan pemeriksaan terdapat luka bacok di bagian kepala dan leher hampir terputus.

Diketahui berdasarkan keterangan saksi di lokasi, paginya sekitar pukul 08.00 WIB. korban meminta sejumlah uang kepada istrinya hingga berujung pertengkaran, untuk menghindari cekcok berkelanjutan istrinya pergi ke ladang, sementara korban dan anaknya tinggal bersama anaknya dirumah.

Kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB.Peristiwa tragis terjadi saat korban sedang tertidur di dalam kamar, kemudian R.M.M.P. (19), tahun yang merupakan anak kandungnya mengambil sebilah parang dari gudang dan langsung melakukan penyerangan dengan membacok korban berkali-kali pada bagian kepala dan leher yang menyebabkan korban meninggal dunia.


Hasil visum sementara menunjukkan adanya beberapa luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada, serta patah tulang tengkorak dan leher.

Tidak lama setelah kejadian, tim Reskrim Polsek Pinggir yang dipimpin oleh Kanit Reskrim IPTU Donni Widodo Siagian langsung mengamankan pelaku di lokasi kejadian dan dibawa ke Polsek Pinggir untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mandau guna dilakukan visum et repertum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Polisi juga telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengamanan barang bukti dan pelaku.

Hingga saat ini, motif pasti dari peristiwa tragis tersebut masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor konflik keluarga yang memicu tindakan kekerasan berujung hilangnya nyawa.

Pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan terkendali, serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat pelaku merupakan anak kandung korban sendiri, yang seharusnya menjadi pelindung, namun justru berujung pada tindakan yang sangat tragis.jhon

(WFN)

Iklan